“AULA SIMFONIA JAKARTA” SEBUAH DIMENSI RUANG YANG “HIDUP” (SUBJECTIVE ASSESSMENT)

 “AULA SIMFONIA JAKARTA” SEBUAH DIMENSI RUANG YANG “HIDUP”  (SUBJECTIVE ASSESSMENT)

 “AULA SIMFONIA JAKARTA”

SEBUAH DIMENSI RUANG YANG “HIDUP”

(SUBJECTIVE ASSESSMENT)

          Bulan Maret 2018 ini tim Mystudio berkunjung ke Aula Simfonia, sebuah gedung konser orkestra simfoni berkelas internasional yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ruang konser berada di dalam Kawasan gedung Gereja Reformed Injili Indonesia dan merupakan buah pikiran dari Dr. Stephen Tong yang beranggapan bahwa Jakarta membutuhkan sebuah ruang konser berkelas dunia. Dr. Stephen Tong sendiri merupakan seorang pastur, guru, musisi, serta principal dari desain Aula Simfonia dibantu oleh konsultan arsitek ternama Indonesia, Hadiprana. Aula Simfonia telah dibuka sejak tahun 2009.

            Berkapasitas 1200 orang, Aula Simfonia didesain dengan memaksimalkan kualitas baik dari segi visual maupun akustik ruang. Secara visual, ruang didesain dengan gaya Art Deco, penuh dengan profil-profil dan detail yang mewah dan glamor. Bentukan-bentukan kolom, detail profil, dan patung-patung berwarna emas menguatkan gaya Art Deco, namun sebagian juga menggunakan material modern, seperti penggunaan HPL di dinding-dindingnya dan kaca tempered sebagai batas balkoni. Secara akustik, setiap tempat duduk didesain agar mendapatkan respon bunyi yang baik dari panggung. Bentuk ruang, layout tempat duduk, material, ornament-ornamen, semua itu dimaksudkan untuk mendapatkan respon akustik ruang yang terbaik. Tak diragukan lagi, kesan awal terhadap ruang ini adalah sangat impresif dan pantas disebut berkelas dunia.

Aula Simfonia Jakarta

Letak Tempat Duduk

           Dalam kesempatan tersebut, kami menyaksikan pertunjukan yang merupakan kombinasi dari piano concerto, ballet concerto, dan simfoni orkestra. Kesemua pertujukan dikonduktor oleh Dr. Billy Kristanto. Musik yang dibawakan adalah komposisi ciptaan Clementi dan Reinecke. Kami sengaja memilih tempat duduk di atas (Mezzanine) agar dapat melihat keseluruhan ruang dan dapat mendengarkan bunyi dari posisi yang cukup jauh sehingga bisa lebih mendapatkan respon ruangan. Dalam artikel ini, akan lebih fokus dibahas mengenai akustik ruang Aula Simfonia. Kami membagi penilaian ke dalam beberapa parameter subjektif berdasarkan beberapa teori oleh Beranek. Berikut adalah beberapa parameter tersebut:

REVERBERATION (Waktu Dengung Ruang)

           Waktu dengung merupakan parameter utama dalam akustik ruang. Waktu dengung merupakan waktu dimana bunyi meluruh sebesar 60dB. Dalam penilaian subjektif kami, waktu dengung di dalam Aula Simfonia ini tidak terlalu panjang. Untuk musik klasik yang membutuhkan waktu dengung cukup panjang, waktu dengung di Aula Simfonia termasuk pendek secara subjektif, namun masih berkesan “live”. Jika diperhatikan antara dengung di frekuensi rendah, tengah, dan tinggi, dengung cukup merata dengan dengung di frekuensi tengah yang lebih dominan. Peluruhan waktu dengung juga terdengar “smooth” dengan noise yang minimal. Peluruhan waktu dengung yang “smooth” ini kemungkinan disebabkan oleh bentuk langit-langit dan ornamen-ornamen berupa patung-patung yang dapat menyebarkan bunyi ke seluruh ruangan. Selain itu juga terdapat pipe organ yang sangat besar di depan yang juga berfungsi sebagai diffuser. Setiap bentukan dibuat dengan kompleks dan meninimalkan bentukan sederhana / datar sehingga ruang dapat dikatakan sangat “diffuse” (dengung merata di seluruh bagian ruang).

Bentuk Ornamen dan Langit-langit Menciptakan Ruangan yang "Diffuse"

CLARITY (Kejelasan Bunyi Musik)

          Bunyi terdengar sangat detail di ruangan ini, bahkan bunyi dari perpindahan chord biola oleh jaripun juga terdengar. Kami menonton dari posisi yang cukup jauh namun bunyi tetap terdengar dengan baik secara keseluruhan, hanya saja kejelasan bunyi bass/cello kurang terdengar jika dibandingkan dengan bunyi biola. Bunyi di frekuensi tinggi (biola dan piano) cenderung lebih mendominasi. Nada-nada yang terdengar juga tegas menunjukkan bahwa pantulan bunyi tidak terdistorsi. Bunyi harmoni/ensemble dari alat-alat musik juga terdengar “blend” atau menyatu dengan sangat baik. Layout dan tata letak tempat duduk yang diatur sedemikian sangat berpengaruh untuk mendapatkan kejelasan bunyi musik yang baik di semua tempat duduk. 

Layout Tempat Duduk di Aula Simfonia

sumber : aulasimfoniajakarta.com

INTIMACY (Kesan Intim Dengan Bunyi Musik)

           Parameter ini merupakan parameter yang paling sulit dideteksi secara subjektif. Dalam parameter ini kita harus memperhatikan bunyi langsung dan bunyi pantulan yang pertama kali, apakah ada jeda yang pendek atau ada jeda panjang seperti kita mendengarkan gema. Dalam penilaian subjektif kami, Jarak antara bunyi langsung dan bunyi pantulan awal terdengar cukup dekat, mungkin karena posisi kami berada di dekat dinding samping dan belakang maka jarak pantulan pertama tidaklah jauh, sehingga dapat dikatakan bahwa posisi kami tergolong intim dengan musik. Pemain yang terlihat dari posisi kami terkesan lebih dekat karena hal ini, terlebih lagi jika kami mendengarkan dengan mata tertutup, bunyi terasa lebih dekat dari jarak visual yang sebenarnya.

Bidang Pembatas Terdekat dari Posisi Tempat Duduk Kami

WARMTH AND BRILLIANCE (Perbandingan Bunyi Bass dengan Trebel)

            Cukup mudah untuk merasakan warna bunyi dalam Aula Simfonia, terlebih lagi jika kita mendengarkan ensemble atau semua alat musik dimainkan. Ketika semua alat dimainkan / dalam permainan simfoni, bunyi dari biola, trompet, piano (bunyi dengan frekuensi tinggi) lebih mendominasi daripada suara cello, bass, dan timpani (bunyi dengan frekuensi rendah) sehingga dapat dikatakan bahwa ruang aula simfonia ini cenderung “brilliance”. Walaupun suara trebel mendominasi, namun tidak sampai nois, keseimbangan bunyi bass dan trebel masih terdengar enak.

LOUDNESS (Tingkat Kekerasan Bunyi)

          Kami sempat mengukur menggunakan smartphone yang sudah kami kalibrasi ketika musik memasuki bagian chorus dimana semua alat musik dimainkan dengan lebih keras. Secara subjektif, bunyi yang terdengar dari posisi kami terdengar cukup keras walaupun menurut kami masih kurang “menggetarkan” yang mungkin juga karena posisi kami merupakan salah satu yang terjauh. Dalam pengukuran menggunakan smartphone, kami mencatat peak sebesar ±83dB dengan rata-rata 60-80dB saat chorus.

Intensitas Bunyi Ketika Chorus

SPACIOUSNESS (Kesan Bunyi Meruang/Surround)

           Kami mencoba menilai parameter ini dengan mendengarkan musik dengan mata tertutup. Dalam kondisi tersebut kami mendeteksi adanya bunyi lateral yang datang samping juga dari atas, bunyi terkesan datang dari segala arah memperkuat bunyi aslinya. Bunyi terkesan luas, terasa lebih lebar secara horizontal, namun menurut kami bunyi yang datang dari belakang terasa kurang, bunyi yang datang dari bagian depan jauh lebih kuat daripada bunyi yang memantul dari belakang (dalam hal “spaciousness”, bunyi yang diharapkan adalah keseimbangan bunyi pantulan dari segala arah termasuk dari belakang). Kurangnya bunyi pantulan dari belakang mungkin disebabkan oleh dinding bagian belakang yang kurang diolah karena hanya merupakan panel kayu datar dengan finishing HPL sehingga pantulan bunyi tidak menyebar dengan baik yang jika dibandingkan dengan dinding samping dan depan dipenuhi oleh ornamen-ornamen kompleks. Namun secara keseluruhan, spaciousness sudah cukup baik.

Dinding Belakang Aula Simfonia

BACKGROUND NOISE (Bising Latar Belakang)

         Cukup sulit untuk mengukur tingkat kebisingan saat acara tersebut, karena audiens yang cukup ramai dan ketika audiens tenang musik segera dimulai sehingga tidak sempat mengukur tingkat kesisingan disini. Namun, secara subjektif, bunyi dari luar (kendaraan, keramaian jalan, dsb.) sudah tidak terdengar, begitu pula sistem HVAC yang kami cermati dengan seksama juga tidak terdengar. Sistem AC menggunakan sistem AC Central yang tersembunyi di balik plafond, sehingga dapat menyamarkan baik secara visual dan mengurangi kebisingan mesin. Dalam data yang kami cari (wikipedia), disebutkan bahwa Background Noise di dalam ruangan ini mencapai 35dB dimana sudah mencapai standar NC untuk ruang Auditorium namun belum ideal untuk konser musik klasik, namun menurut subjektivitas kami, ruang ini memiliki Background Noise yang lebih rendah dari 35dB.

Sistem AC Disembunyikan Di Balik Langit-langit (Drop Ceiling)

          Secara keseluruhan, Aula Simfonia memenuhi semua kebutuhan baik visual maupun audial untuk sebuah gedung konser musik klasik berkelas dunia. Interior bergaya Art Deco terkesan sangat mewah dan megah dengan detail arsitektur dan pengerjaannya yang tidak main-main. Karakter akustik ruang yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat merespon bunyi dengan sangat baik dan detail merupakan hasil dari perencanaan dan pengerjaan yang teliti. Aula simfonia merupakan salah satu masterpiece gedung konser musik klasik terbaik di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

 

Penulis,

 

Bahana Adiputra Siregar, S.T., M.Sc.

Mystudio Interior Acoustic Consultant


blog Lainnya

Lihat Semua
Waspada! Polusi Suara Dapat Mengganggu Kesehatan Mental

Waspada! Polusi Suara Dapat Mengganggu Kesehatan Mental

05 April 2023

Ketika mendengar maupun membaca kata polusi sebagian besar dari kita akan berpikir mengenai polusi udara. Padahal, polusi bukan hanya tentang udara. Sura juga dapat menjadi polusi. Sayangnya istilah

Jasa Pembuatan Ruang Karaoke Surabaya Malang MYSTUDIO

Jasa Pembuatan Ruang Karaoke Surabaya Malang MYSTUDIO

16 March 2023

Sebelum mencari jasa pembuatan ruang karaoke Surabaya Malang, sebaiknya Anda mencari inspirasi desain ruang karaoke terlebih dahulu agar nantinya Anda dapat memberitahu kepada vendor pembuatan ruang

Jasa Pembuatan Interior Peredam Suara Room Karaoke Keluarga 081226549069

Jasa Pembuatan Interior Peredam Suara Room Karaoke Keluarga 081226549069

12 April 2021

Peredam Suara Karaoke Room - Jasa Pasang Interior Desain Ruang Karaoke - Biaya Pembuatan Ruangan Karaoke Sederhana - Jasa pembuatan Interior Karaoke Terjangkau Selamat datang di website

101 Masalah yang Sering Ditemui Pada Peralatan Audio

101 Masalah yang Sering Ditemui Pada Peralatan Audio

29 March 2024

Mulai dari speaker tidak mengeluarkan suara hingga terdengar suara berdengung maupun berdesis dari speaker, permasalah-permasalahan peralatan audio tersebut pernah dialami semua orang, setidaknya

blog Terbaru

Lihat Semua
Peredam Suara dan Gema Pada Lapangan Padel

Peredam Suara dan Gema Pada Lapangan Padel

18 April 2026

Belum lama ini di TikTok dan Threads.com banyak beredar video dan utas tentang warga di beberapa daerah berbeda terganggu kebisingan dari lapangan padel yang tak jauh dari pemukiman mereka. Ini

Pahami Impedansi Speaker Sebelum Setting Sound System

Pahami Impedansi Speaker Sebelum Setting Sound System

15 April 2026

Ketika Anda setting sound system baik untuk karaoke, home theater, auditorium maupun untuk home theater, Anda akan sering bertemu dengan istilah impedansi speaker dan ohm. Memahami keduanya sangat

Kontraktor Padded Wall Panel Ballroom Jabodetabek

Kontraktor Padded Wall Panel Ballroom Jabodetabek

11 April 2026

Kontraktor padded wall panel MyStudio Acoustic merupakan jasa pembuatan padded wall panel custom utnuk seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya yang telah dipercaya

Busa Peredam vs Panel Akustik 

Busa Peredam vs Panel Akustik 

10 April 2026

Memilih antara busa peredam atau busa akustik dan panel akustik tergantung kebutuhan peredaman gema Anda. Keduanya sama-sama mampu meredam gema dengan efektif, tetapi memiliki kinerja,